Sukseskan "Bridging IGIC 2026", Ketua IPIM Jatim Pimpin 10 Ribu Jamaah Suarakan Diplomasi Damai dari Masjid
Pengurus Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Timur kembali menunjukkan peran sentralnya dalam mengokohkan fungsi masjid sebagai episentrum peradaban dan perdamaian. Berkolaborasi dengan Kementerian Agama (Kemenag) RI, IPIM Jatim sukses menggelar perhelatan akbar Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (2/8/2026).
Acara berskala internasional ini menjadi pembuktian kiprah IPIM Jatim dalam merajut ukhuwah para imam. Puncak kekhidmatan acara tersebut terasa saat Ketua PW IPIM Jatim sekaligus Imam Besar Masjid Nasional Al-Akbar, KH. Abd. Hamid Abdullah, memimpin langsung sesi Istighatsah.
Lantunan zikir dan doa yang dipimpin oleh KH. Abd. Hamid menggema, diikuti oleh sekitar 10.000 jamaah yang memadati area masjid. Turut memeriahkan barisan jamaah tersebut adalah ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag se-Jawa Timur serta masyarakat umum dari berbagai daerah.
Sebelum sesi Istighatsah dan Tabligh Akbar yang berlangsung pada sore hari (15.30–17.30 WIB), IPIM juga turut ambil bagian dalam Seminar Nasional IGIC 2026 yang diikuti sekitar 500 peserta pada siang harinya.
Seminar yang mengusung tema “Masjid Harmony: Religious Diplomacy and Global Peace” ini menjadi ruang bagi para imam dan tokoh agama untuk memperkuat peran masjid. Forum strategis tersebut menghadirkan jajaran narasumber dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, BNPT, akademisi perguruan tinggi, Baznas RI, DMI, hingga Pimpinan Pusat (PP) IPIM.
Ketua Steering Committee (SC) IGIC 2026, Irjen Pol M. Sabilul Alif, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan di Jawa Timur ini merupakan langkah awal yang krusial menuju penyelenggaraan puncak International Grand Imams Conference 2026.
“Kami ingin menghadirkan semangat persatuan melalui masjid. Seminar menjadi ruang bertukar gagasan, sedangkan istighatsah dan tabligh menjadi momentum memperkuat ukhuwah serta doa bersama untuk Indonesia yang damai dan dunia yang harmonis,” ujar Sabilul Alif.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Panitia IGIC 2026, Faried F. Saenong. Ia menyoroti pentingnya jejaring imam masjid—sebagaimana yang terus dibangun oleh IPIM—dalam menyebarkan nilai toleransi. “Kami berharap forum ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi melahirkan kolaborasi nyata dalam memperkuat fungsi masjid sebagai pusat edukasi, persaudaraan, dan perdamaian global,” tegasnya.
Kesuksesan acara ini juga tidak lepas dari persiapan matang jajaran panitia. Koordinator Pelaksana, Mas’ud Halimin, menyatakan bahwa seluruh elemen, mulai dari registrasi hingga pengaturan belasan ribu peserta, telah terkoordinasi dengan sangat baik untuk menyajikan syiar Islam yang menyejukkan.
Rangkaian sore yang sarat makna ini diawali dengan penampilan Hadrah, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, laporan Ketua SC, serta sambutan dari perwakilan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur. Setelah Istighatsah akbar yang dipimpin KH. Abd. Hamid Abdullah usai, acara ditutup dengan Tabligh Akbar yang disampaikan langsung oleh Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar.
Melalui sinergi kuat antara Kemenag RI dan IPIM Jatim, Bridging to IGIC 2026 di Surabaya diharapkan memicu kebangkitan peran masjid secara global dalam mengawal persaudaraan, kemanusiaan, dan diplomasi perdamaian menjelang konferensi utama para imam besar dunia mendatang.